Kamis, 19 Mei 2011

Info Terbaru...

From Yahoo group MBR.
NEWS UPDATE,
Dear MBRes,
Saya informasikan bahwa tadi malam 19 Mei 2011 jam 19.30 WIB telah dilakukan pertemuan di Cafe Palazzo (samping kantor marketing MBR). Hadir dalam pertemuan para Ketua RT/RW MBR dan jajaran pengurusnya serta beberapa tokoh masyarakat MBR dengan pihak developer (Bp. Edwin), dalam pertemuan tersebut disampaikan beberapa hal, antara lain :

1. Bapak Edwin menyampaikan ada rencana perumahan MBR akan dibuat pilot project (proyek percontohan) oleh pemerintah untuk aplikasi fasilitas terpadu (air bersih, pengolahan limbah domestik, pengolahan sampah mandiri).
2. Pembicaraan tadi malam masih merupakan informasi awal dan belum secara detail kita bahas.
3. Direncanakan hari Minggu akan ada pertemuan lanjutan untuk mendengarkan secara langsung dari beberapa pihak (PDAM, BAPEDAL, Konsultan IPAL - Instalasi Pengolah Air Limbah). Agenda pertemuan tersebut akan membicarakan secara teknis dan non teknis, dan sebagai bentuk sosialisasi.
4. Limbah domestik yang keluar dari masing-masing rumah akan diolah secara modern tanpa berdampak pada pencemaran lingkungan.
5. Untuk pengolahan sampah mandiri ada rencana kita mendapat bantuan unit mesin pencacah untuk sampah dijadikan kompos (jadi limbah ekonomis)
6. Diharapkan dalam pertemuan tersebut para pengurus RT/RW dan tokoh masyarakat untuk dapat menanyakan secara detail bagaimana pelaksanaannya nanti termasuk biaya yang ditimbulkan. Sebab kita selanjutnya yang akan mensosialisasikan ke seluruh warga.

Saya berpendapat secara pribadi dengan masuknya fasilitas terpadu 3 hal tersebut sangat setuju sekali, karena dengan sistem manajemen lingkungan dan ramah lingkungan yang baik akan memberikan kenyamanan masa kini dan masa depan untuk anak cucu kita nantinya. Saya membayangkan beberapa hal, antara lain :

1. Saptitank ideal jaraknya adalah 15 meter dari sumur, padahal saat ini jumlah perumahan di MBR kurang lebih ada 1.200 unit yang saya rasa jaraknya tidak bisa ideal karena rata-rata maksimal mungkin hanya 12 meter karena memang luas tanah yang tidak mencukupi. Dengan demikian air sumur akan sangat mungkin tercontaminasi bakteri ecolli. (bakteri kotoran manusia)
2. Dengan dibangunnya Instalasi Pengolah Air Limbah kita bisa mereduce penggunaan air tanah yang merupakan sumber daya alam yang tidak bisa terbarukan.
3. Kemudian untuk pengolahan sampah yang baik kita bisa mengambil pemanfaatan bio gas untuk aplikasi keperluan lain.
4. Dengan masuknya PAM/air bersih bisa digunakan sebagai cadangan pada musim kemarau.

Demikian saya informasikan, NEWS UPDATE berikutnya akan saya kabarkan.

Salam,

Andri Susanta - MBR D03/16

NOTULEN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar